Skip to main content

Bukan Sekadar Angka, Rp900 Ribu Pembawa Kelegaan bagi Warga Gampong Suak Nie

GAMPONG SUAK NIE – Gurat lelah di wajah lima warga Gampong Suak Nie seketika luruh saat melangkah keluar dari kantor desa pada Kamis (25/6/2026) siang. Di tangan mereka, tergenggam amplop berisi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900.000—sebuah angka yang amat berarti bagi dapur mereka yang harus terus mengepul.

Uang tersebut merupakan rapel bantuan periode April hingga Juni 2026, dengan rincian Rp300.000 per bulan. Di tengah impitan ekonomi, insentif tunai ini hadir bagai oase di tengah terik siang.
Kawalan Ketat demi Transparansi
Sejak pagi hari, suasana kantor desa sudah tampak sibuk namun tetap teratur. Penyaluran bantuan ini tidak dilepas begitu saja. Di sana, Keuchik Gampong Suak Nie, Syahrial, memantau langsung setiap warganya yang datang membawa berkas persyaratan.
Tidak sendiri, Syahrial didampingi oleh jajaran para Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Urusan (Kaur) desa. Kehadiran Pendamping Desa, Sariyatun, di lokasi juga mempertegas bahwa penyaluran modal stimulus ini berjalan di atas jalur regulasi yang bersih dan transparan.

Senyum yang Kembali Merekah

Bagi kelima warga penerima manfaat, uang tunai ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pencairan tiga bulan sekaligus ini menjadi jawaban atas kebutuhan pokok harian rumah tangga mereka yang sempat tertunda.
"Kami berharap bantuan ini menjadi stimulan ekonomi yang efektif. Gunakan uang ini dengan bijak untuk mendahulukan kebutuhan pangan keluarga," ujar Keuchik Syahrial di sela-sela kegiatan.

Sariyatun, selaku Pendamping Desa, juga tersenyum lega setelah memastikan seluruh proses administrasi triwulan kedua tahun 2026 ini rampung tanpa potongan sepeser pun. Bagi Gampong Suak Nie, hari itu bukan sekadar tentang membagikan uang, melainkan tentang merawat asa dan menyambung napas kehidupan warganya yang membutuhkan

Comments

Popular posts from this blog

Peningkatan kualitas pendamping dalam mendampingi BUMDES.

Peningkatan kapasitas pendamping adalah proses memperkuat Pendamping dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional.  Peningkatan kapasitas pendamping bertujuan agar pendamping mampu menjalankan peran pendampingan secara lebih efektif, adaptif, dan berdampak. Dalam pendampingan desa, peningkatan kapasitas dapat mencakup pemahaman tentang perencanaan pembangunan desa, pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, fasilitasi musyawarah, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, aspek soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah juga sangat penting untuk diperkuat.Dalam hal ini peningkatan kualitas pendamping melalui peningkatan kapasitas terus dilakukan secara berjenjang, serta penguatan  yang diberikan sesuai dengan tahapan dan kebutuhan lapangan, misalnya Pemanfaatan Dana Desa, pemeringkatan bumdes, serta Laporan keuangan Bumdes. Semua yang diberikan ini diharapkan dapat menambah kemampuan dan rasa percaya diri pendamping dala...

Rapat Kordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan di Desa

Rapat Kordinasi TPP Aceh Barat dengan DPMG Kabupaten Aceh Barat dilaksanakan pada tanggal        2 Juni 2026 di Aula DPMG Kab. Peserta Rakor, Sekdis DPMG, TAPM, PD dan PLD dengan agenda rapat : 1. Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG 2. Penyampaian progress penginputan Bumdes berbadan Hukum 3. Sosialisasi penggunaan DRP V3 4. Penyampaian progres Input data Peningkatan Kapasitas Penyaampaaian Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG disampaikan oleh Sekretaris DPMG yaitu : Penyaluran Dana Desa, ADG dan DBH. Penyaluran Dana desa tahap 1 sudah semua desa yaitu 321 desa dan masih ada 7 desa lagi yang belum bisa menggunakan dana desa karena belum melakukan posting APBG. Penyaluran Dana Desa tahap II SP2D yang sudah terbit 144 desa, sedangkan ADG dapat diajukan setiap bulan selama 12 bulan dan DBH untuk alokasi semua desa sudah ada hanya menunggu terbitnya perbup tentang penetapan DBH.  Penyampaian progres bumdes berbadan hukum yaitu menyampaikan jumlah Bumdes...
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM meresmikan dan menyerahkan Rumah Layak Huni (RLH) bantuan dari Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) kepada masyarakat di Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat pada Rabu (19/8/2026). Tujuan Program ini adalah membantu fakir miskin dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem di wilayah Aceh Barat. Bupati Aceh Barat mengapresiasi inisiatif Forum Tokoh Peduli Aceh Barat yang menghimpun masyarakat untuk bergotong royong membantu warga kurang mampu. Beliau berharap gerakan tersebut terus berkembang hingga menjangkau tingkat kecamatan sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat.  forum TPAB  menjadi wadah bagi masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial di Aceh Barat untuk bersedekah secara ikhlas. Sedekah yang dikumpulkan berasal dari masyarakat dengan nominal beragam, mulai dari Rp100 ribu, Rp500 ribu hingga Rp1 juta   Bupati Aceh Barat juga berharap keberadaan forum tidak hanya terbatas pada bantuan rumah duafa, tetapi dapat diperluas unt...