Skip to main content

Bumdesa Beudoh Beusare Desa Cot Mesjid Kec Samatiga Panen ikan lele

Di tengah tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat, desa kita turut berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Salah satu inovasi yang kami lakukan adalah pengembangan budidaya ikan lele, yang telah menunjukkan hasil positif dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat desa.

Pengelolaan usaha ini dilakukan secara mandiri oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa), sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Bumdesa tidak hanya berperan sebagai pengelola, tetapi juga sebagai motivator dan pendukung utama dalam pengembangan budidaya ikan lele ini. Dengan pelatihan, pendampingan, serta akses terhadap peralatan dan pakan berkualitas, masyarakat desa mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas ikan lele yang mereka hasilkan.

Ikan lele yang dipanen adalah ikan yang sudah cukup masa peliharaannya yaitu 3 bulan dan diperkiraan dalam 1 kilogram bias mencapai 6-8 ekor. Panen perdana ini menghasilkan 200 Kg dan masih ada ikan lele yang belum siap panenHasil panen ikan lele hari ini menjadi bukti nyata keberhasilan program ini. Ikan lele yang sehat dan berkualitas siap didistribusikan ke pasar di sekitar desa, membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani ikan lokal. Selain itu, keberhasilan ini juga memperkuat ketahanan pangan desa, mengurangi ketergantungan terhadap impor, dan membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

Melalui ketahanan pangan yang dikelola , Bumdesa, dan pemerintah desadiharapkan kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Panen ikan lele ini bukan hanya sekadar hasil usaha, tetapi juga keberhasilan desa dalam mengembangkan Lembaga keuangan desa yaitu Bumdes menjadi mandiri dan berkembang

Comments

Popular posts from this blog

Kunjungan Tim PRR Kemendagri ke kecamatan Woyla: Pantau Pemulihan Pasca Banjir di Desa Ie Itam Baroh dan Ranto Panyang

Aceh Barat - Kecamatan Woyla menjadi fokus perhatian pemerintah pusat pasca bencana banjir 2025. Tim Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana (PRR) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melakukan kunjungan kerja langsung ke Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Jumat 9 Oktober 2026 Dalam kunjungan tersebut, Tim PRR Kemendagri didampingi oleh DPMG Kab, Camat Woyla, dan TPP, mengunjungi dua desa yang terdampak banjir pada akhir tahun 2025, yaitu Desa Ie Itam Baroh dan Desa Ranto Panyang. Kondisi di Lapangan Di Desa Ie Itam Baroh, tim meninjau langsung kerusakan infrastruktur jalan lingkungan, saluran drainase yang tersumbat lumpur sisa banjir, serta beberapa rumah warga yang masih dalam tahap perbaikan. Sementara di Desa Ranto Panyang, fokus peninjauan pada lahan persawahan warga yang sempat terendam dan fasilitas umum desa. Tim juga berdialog langsung dengan Keuchik, perangkat desa, dan warga terdampak. Namun karena kunjungan dilakukan setelah satu tahun setelah bencana maka kon...

Peningkatan kualitas pendamping dalam mendampingi BUMDES.

Peningkatan kapasitas pendamping adalah proses memperkuat Pendamping dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional.  Peningkatan kapasitas pendamping bertujuan agar pendamping mampu menjalankan peran pendampingan secara lebih efektif, adaptif, dan berdampak. Dalam pendampingan desa, peningkatan kapasitas dapat mencakup pemahaman tentang perencanaan pembangunan desa, pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, fasilitasi musyawarah, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, aspek soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah juga sangat penting untuk diperkuat.Dalam hal ini peningkatan kualitas pendamping melalui peningkatan kapasitas terus dilakukan secara berjenjang, serta penguatan  yang diberikan sesuai dengan tahapan dan kebutuhan lapangan, misalnya Pemanfaatan Dana Desa, pemeringkatan bumdes, serta Laporan keuangan Bumdes. Semua yang diberikan ini diharapkan dapat menambah kemampuan dan rasa percaya diri pendamping dala...

Rapat Kordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan di Desa

Rapat Kordinasi TPP Aceh Barat dengan DPMG Kabupaten Aceh Barat dilaksanakan pada tanggal        2 Juni 2026 di Aula DPMG Kab. Peserta Rakor, Sekdis DPMG, TAPM, PD dan PLD dengan agenda rapat : 1. Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG 2. Penyampaian progress penginputan Bumdes berbadan Hukum 3. Sosialisasi penggunaan DRP V3 4. Penyampaian progres Input data Peningkatan Kapasitas Penyaampaaian Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG disampaikan oleh Sekretaris DPMG yaitu : Penyaluran Dana Desa, ADG dan DBH. Penyaluran Dana desa tahap 1 sudah semua desa yaitu 321 desa dan masih ada 7 desa lagi yang belum bisa menggunakan dana desa karena belum melakukan posting APBG. Penyaluran Dana Desa tahap II SP2D yang sudah terbit 144 desa, sedangkan ADG dapat diajukan setiap bulan selama 12 bulan dan DBH untuk alokasi semua desa sudah ada hanya menunggu terbitnya perbup tentang penetapan DBH.  Penyampaian progres bumdes berbadan hukum yaitu menyampaikan jumlah Bumdes...