Skip to main content

Di Balik Jalan Terjal, Ada Harapan yang Harus Diperjuangkan

Pagi itu kami memulai perjalanan dengan satu tujuan, menghadiri Rembuk Stunting di Gampong Bukit Jaya, Kecamatan Meureubo. Perjalanan yang tampak sederhana di atas peta, ternyata menyimpan begitu banyak cerita. Jalan berbatu, tanjakan yang curam, serta medan yang licin dan berliku menjadi teman sepanjang perjalanan. Kendaraan harus melaju perlahan, sesekali harus kami pastikan jalan masih aman dilalui.


Di tengah perjalanan, kami menyadari bahwa perjuangan ini bukan sekadar tentang menempuh jarak. Lebih dari itu, perjalanan ini mengajarkan arti sebuah tugas yang sedang dijalani. Bahwa untuk menjangkau masyarakat yang berada di pelosok, dibutuhkan ketulusan, kesabaran, dan tekad yang tidak mudah goyah.

Setiap guncangan kendaraan di atas jalan berbatu seolah mengingatkan kami bahwa masih ada saudara-saudara kita yang setiap hari hidup dengan berbagai keterbatasan. Mereka tetap bertahan, tetap berharap, dan tetap percaya bahwa pembangunan akan sampai ke desa mereka. Karena itulah, tidak ada alasan bagi kami untuk menyerah hanya karena medan yang sulit.

Sesampainya di Gampong Bukit Jaya, semua rasa lelah seakan hilang begitu saja. Senyum hangat masyarakat, sambutan penuh kekeluargaan dari pemerintah gampong, kader kesehatan serta tokoh masyarakat menjadi penyemangat yang tidak dapat diukur dengan apa pun.

Di lantai mesjid itu, kami duduk bersama. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Yang ada hanyalah satu tujuan mulia,  memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depannya karena stunting.

Rembuk Stunting bukan hanya tentang angka, data, atau laporan. Di balik setiap angka ada seorang anak yang sedang tumbuh. Di balik setiap data ada seorang ibu yang berjuang menjaga kehamilannya. Di balik setiap program ada harapan sebuah keluarga yang menginginkan anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Diskusi yang berlangsung menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian bersama. Ketika pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat duduk dalam satu forum, sesungguhnya mereka sedang menyusun masa depan generasi penerus desa.

Perjalanan menuju Bukit Jaya akhirnya memberikan pelajaran yang sangat berharga. Jalan yang terjal mungkin melelahkan, tetapi jauh lebih berat jika kita membiarkan anak-anak tumbuh tanpa perhatian dan kesempatan yang layak. Jalan berbatu memang menguji langkah, tetapi semangat untuk melayani tidak boleh berhenti hanya karena medan yang sulit.

Semoga setiap langkah yang kami tempuh hari ini menjadi bagian dari ikhtiar besar untuk melahirkan generasi yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih cerdas. Semoga setiap keputusan yang lahir dari Rembuk Stunting menjadi awal dari perubahan nyata bagi masyarakat Gampong Bukit Jaya.

Karena sejatinya, pengabdian bukan tentang seberapa jauh perjalanan yang ditempuh, melainkan tentang seberapa tulus kita hadir untuk mereka yang membutuhkan.

Sebab di ujung setiap jalan yang terjal, selalu ada harapan yang menanti untuk diperjuangkan. Dan di setiap langkah pengabdian, tersimpan doa agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depannya karena stunting. By- Mulyadi (Pendamping Desa)

Comments

Popular posts from this blog

Kunjungan Tim PRR Kemendagri ke kecamatan Woyla: Pantau Pemulihan Pasca Banjir di Desa Ie Itam Baroh dan Ranto Panyang

Aceh Barat - Kecamatan Woyla menjadi fokus perhatian pemerintah pusat pasca bencana banjir 2025. Tim Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana (PRR) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melakukan kunjungan kerja langsung ke Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Jumat 9 Oktober 2026 Dalam kunjungan tersebut, Tim PRR Kemendagri didampingi oleh DPMG Kab, Camat Woyla, dan TPP, mengunjungi dua desa yang terdampak banjir pada akhir tahun 2025, yaitu Desa Ie Itam Baroh dan Desa Ranto Panyang. Kondisi di Lapangan Di Desa Ie Itam Baroh, tim meninjau langsung kerusakan infrastruktur jalan lingkungan, saluran drainase yang tersumbat lumpur sisa banjir, serta beberapa rumah warga yang masih dalam tahap perbaikan. Sementara di Desa Ranto Panyang, fokus peninjauan pada lahan persawahan warga yang sempat terendam dan fasilitas umum desa. Tim juga berdialog langsung dengan Keuchik, perangkat desa, dan warga terdampak. Namun karena kunjungan dilakukan setelah satu tahun setelah bencana maka kon...

Peningkatan kualitas pendamping dalam mendampingi BUMDES.

Peningkatan kapasitas pendamping adalah proses memperkuat Pendamping dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional.  Peningkatan kapasitas pendamping bertujuan agar pendamping mampu menjalankan peran pendampingan secara lebih efektif, adaptif, dan berdampak. Dalam pendampingan desa, peningkatan kapasitas dapat mencakup pemahaman tentang perencanaan pembangunan desa, pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, fasilitasi musyawarah, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, aspek soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah juga sangat penting untuk diperkuat.Dalam hal ini peningkatan kualitas pendamping melalui peningkatan kapasitas terus dilakukan secara berjenjang, serta penguatan  yang diberikan sesuai dengan tahapan dan kebutuhan lapangan, misalnya Pemanfaatan Dana Desa, pemeringkatan bumdes, serta Laporan keuangan Bumdes. Semua yang diberikan ini diharapkan dapat menambah kemampuan dan rasa percaya diri pendamping dala...

Rapat Kordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan di Desa

Rapat Kordinasi TPP Aceh Barat dengan DPMG Kabupaten Aceh Barat dilaksanakan pada tanggal        2 Juni 2026 di Aula DPMG Kab. Peserta Rakor, Sekdis DPMG, TAPM, PD dan PLD dengan agenda rapat : 1. Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG 2. Penyampaian progress penginputan Bumdes berbadan Hukum 3. Sosialisasi penggunaan DRP V3 4. Penyampaian progres Input data Peningkatan Kapasitas Penyaampaaian Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG disampaikan oleh Sekretaris DPMG yaitu : Penyaluran Dana Desa, ADG dan DBH. Penyaluran Dana desa tahap 1 sudah semua desa yaitu 321 desa dan masih ada 7 desa lagi yang belum bisa menggunakan dana desa karena belum melakukan posting APBG. Penyaluran Dana Desa tahap II SP2D yang sudah terbit 144 desa, sedangkan ADG dapat diajukan setiap bulan selama 12 bulan dan DBH untuk alokasi semua desa sudah ada hanya menunggu terbitnya perbup tentang penetapan DBH.  Penyampaian progres bumdes berbadan hukum yaitu menyampaikan jumlah Bumdes...