Skip to main content

BUMG Usaha Meurata Lapang Kembangkan Budidaya Cabai Keriting, Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan Gampong

Lapang — BUMG Usaha Meurata Gampong Lapang mulai merealisasikan pengembangan usaha di bidang perkebunan melalui budidaya cabai keriting. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara Pemerintah Gampong, Pendamping Desa, dan pengurus BUMG dalam mengembangkan unit usaha yang produktif dan memiliki potensi ekonomi bagi gampong.

tahap awal pelaksanaannya, BUMG Usaha Meurata memanfaatkan lahan seluas 1 hektare dengan menyiapkan sekitar 1.500 bibit cabai keriting. Saat ini kegiatan telah memasuki tahap persiapan dan pengolahan lahan sebagai langkah awal sebelum proses penanaman.

Persiapan lahan menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi lahan siap digunakan dan mendukung pertumbuhan tanaman. Pengurus BUMG bersama pihak terkait melakukan persiapan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan teknis budidaya cabai keriting.

Pendamping Desa turut memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada Pemerintah Gampong serta pengurus BUMG, terutama dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan, tertib dalam administrasi, serta mendukung pengelolaan usaha BUMG secara berkelanjutan.

Pengembangan usaha perkebunan cabai keriting ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah BUMG Usaha Meurata dalam mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang dimiliki Gampong Lapang, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan usaha BUMG.

Ke depan, kegiatan akan dilanjutkan dengan proses penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga masa panen. Dengan pengelolaan yang baik dan pendampingan secara berkelanjutan, usaha budidaya cabai keriting ini diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu unit usaha produktif BUMG Usaha Meurata.

Mendorong BUMG Menjadi Penggerak Ekonomi Gampong

usaha perkebunan cabai keriting menjadi bagian dari upaya mendorong BUMG agar tidak hanya berperan sebagai lembaga ekonomi gampong, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan, BUMG Usaha Meurata diharapkan mampu memperkuat perekonomian Gampong Lapang serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Sumber informasi :

Rahmah Jannaton Korcam Johan Pahlawan

Comments

Popular posts from this blog

Kunjungan Tim PRR Kemendagri ke kecamatan Woyla: Pantau Pemulihan Pasca Banjir di Desa Ie Itam Baroh dan Ranto Panyang

Aceh Barat - Kecamatan Woyla menjadi fokus perhatian pemerintah pusat pasca bencana banjir 2025. Tim Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana (PRR) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melakukan kunjungan kerja langsung ke Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Jumat 9 Oktober 2026 Dalam kunjungan tersebut, Tim PRR Kemendagri didampingi oleh DPMG Kab, Camat Woyla, dan TPP, mengunjungi dua desa yang terdampak banjir pada akhir tahun 2025, yaitu Desa Ie Itam Baroh dan Desa Ranto Panyang. Kondisi di Lapangan Di Desa Ie Itam Baroh, tim meninjau langsung kerusakan infrastruktur jalan lingkungan, saluran drainase yang tersumbat lumpur sisa banjir, serta beberapa rumah warga yang masih dalam tahap perbaikan. Sementara di Desa Ranto Panyang, fokus peninjauan pada lahan persawahan warga yang sempat terendam dan fasilitas umum desa. Tim juga berdialog langsung dengan Keuchik, perangkat desa, dan warga terdampak. Namun karena kunjungan dilakukan setelah satu tahun setelah bencana maka kon...

Peningkatan kualitas pendamping dalam mendampingi BUMDES.

Peningkatan kapasitas pendamping adalah proses memperkuat Pendamping dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional.  Peningkatan kapasitas pendamping bertujuan agar pendamping mampu menjalankan peran pendampingan secara lebih efektif, adaptif, dan berdampak. Dalam pendampingan desa, peningkatan kapasitas dapat mencakup pemahaman tentang perencanaan pembangunan desa, pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, fasilitasi musyawarah, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, aspek soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah juga sangat penting untuk diperkuat.Dalam hal ini peningkatan kualitas pendamping melalui peningkatan kapasitas terus dilakukan secara berjenjang, serta penguatan  yang diberikan sesuai dengan tahapan dan kebutuhan lapangan, misalnya Pemanfaatan Dana Desa, pemeringkatan bumdes, serta Laporan keuangan Bumdes. Semua yang diberikan ini diharapkan dapat menambah kemampuan dan rasa percaya diri pendamping dala...

Rapat Kordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan di Desa

Rapat Kordinasi TPP Aceh Barat dengan DPMG Kabupaten Aceh Barat dilaksanakan pada tanggal        2 Juni 2026 di Aula DPMG Kab. Peserta Rakor, Sekdis DPMG, TAPM, PD dan PLD dengan agenda rapat : 1. Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG 2. Penyampaian progress penginputan Bumdes berbadan Hukum 3. Sosialisasi penggunaan DRP V3 4. Penyampaian progres Input data Peningkatan Kapasitas Penyaampaaian Laporan Progres Adm. DDS dan ADG dari DPMG disampaikan oleh Sekretaris DPMG yaitu : Penyaluran Dana Desa, ADG dan DBH. Penyaluran Dana desa tahap 1 sudah semua desa yaitu 321 desa dan masih ada 7 desa lagi yang belum bisa menggunakan dana desa karena belum melakukan posting APBG. Penyaluran Dana Desa tahap II SP2D yang sudah terbit 144 desa, sedangkan ADG dapat diajukan setiap bulan selama 12 bulan dan DBH untuk alokasi semua desa sudah ada hanya menunggu terbitnya perbup tentang penetapan DBH.  Penyampaian progres bumdes berbadan hukum yaitu menyampaikan jumlah Bumdes...