DPMG Aceh Barat Laksanakan Monitoring dan Evaluasi BUMG untuk Mendorong Penguatan Usaha dan Tata Kelola Keuangan Desa
Aceh Barat — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai upaya untuk mengetahui perkembangan usaha, meninjau pengelolaan kelembagaan, serta mengevaluasi pelaporan keuangan BUMG di wilayah Kabupaten Aceh Barat.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan BUMG agar dapat berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, DPMG Aceh Barat mendorong agar BUMG mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian gampong serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Monitoring Perkembangan Usaha BUMG
Dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi, DPMG Aceh Barat meninjau perkembangan unit usaha yang dikelola oleh masing-masing BUMG, termasuk keberlangsungan kegiatan usaha, potensi pengembangan, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
Evaluasi perkembangan usaha dilakukan untuk mengetahui sejauh mana unit usaha BUMG mampu berjalan sesuai dengan perencanaan dan potensi ekonomi gampong. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang usaha yang dapat dikembangkan guna meningkatkan pendapatan BUMG dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat.
DPMG Aceh Barat mendorong pengurus BUMG agar terus melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan potensi lokal, serta mengelola unit usaha berdasarkan kebutuhan masyarakat dan peluang pasar. Dengan demikian, BUMG diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan usaha secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi gampong.
Evaluasi Pengelolaan BUMGSelain meninjau perkembangan usaha, monitoring dan evaluasi juga difokuskan pada aspek kelembagaan dan tata kelola BUMG. Aspek ini meliputi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengurus, pembagian peran dalam organisasi, pelaksanaan kegiatan usaha, administrasi kelembagaan, serta penerapan prinsip tata kelola yang baik.
Pengelolaan BUMG yang tertib dan profesional merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, pengurus BUMG diharapkan menjalankan kegiatan berdasarkan perencanaan yang jelas, melaksanakan pengambilan keputusan sesuai ketentuan yang berlaku, serta melakukan koordinasi dengan pemerintah gampong dan unsur terkait.
Melalui kegiatan monev ini, DPMG Aceh Barat juga mendorong pengurus BUMG untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperbaiki administrasi usaha, serta memastikan bahwa setiap kegiatan dan penggunaan sumber daya dilakukan secara bertanggung jawab.
Dengan tata kelola yang baik, BUMG diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat kelembagaan ekonomi gampong, dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Evaluasi Pelaporan Keuangan BUMGAspek penting lainnya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi adalah pelaporan keuangan BUMG. Evaluasi ini dilakukan untuk meninjau tertib administrasi keuangan, pencatatan transaksi, pengelolaan modal, penerimaan dan pengeluaran, serta penyusunan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pengelolaan usaha.
Pelaporan keuangan yang tertib dan akurat merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan pengelolaan BUMG yang transparan dan akuntabel. Melalui pencatatan keuangan yang baik, pengurus dapat mengetahui kondisi keuangan usaha, menilai kinerja setiap unit usaha, serta menyusun langkah perbaikan dan pengembangan pada periode berikutnya.
DPMG Aceh Barat mendorong seluruh pengurus BUMG agar melakukan pencatatan setiap transaksi secara teratur, menyimpan bukti-bukti transaksi, memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi, serta menyusun laporan keuangan secara berkala. Laporan tersebut juga perlu disampaikan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan mekanisme pertanggungjawaban yang berlaku.
Dengan sistem pelaporan keuangan yang baik, pengelolaan modal BUMG diharapkan menjadi lebih efektif, risiko kesalahan administrasi dapat diminimalkan, dan perkembangan usaha dapat dievaluasi secara objektif.



Comments
Post a Comment