Peran TPP P3MD dalam Pengembangan BUMDes

Di tengah upaya membangun desa yang mandiri dan berdaya saing, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu harapan besar masyarakat desa. BUMDes tidak hanya dipandang sebagai lembaga usaha semata, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga mengangkat potensi lokal agar lebih bernilai. Namun dalam perjalanannya, mengelola BUMDes tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan strategi, kemampuan manajerial, serta pendampingan yang tepat agar BUMDes benar-benar berkembang dan tidak berjalan di tempat.

Tahun 2025, Dana Desa dialokasikan untuk ketahanan pangan sebesar 20 % dan dikelola oleh Bumdes, ini tantangan bagi desa khususnya bagi bumdes dan juga tantangan bahi TPP P3MD. Untuk mewujudkan ketahanan pangan yang dikelola oleh Bumdes TPP Bersama kepala desa dan Pengurus Bumdes Membuat perencanaan Bersama dan membahas unit usaha yang akan dikembangkan dari dana Ketahanan pangan 20 %. Diskusi dan penyusunan kegiatan dilakukan oleh pengurus Bumdes bersama PLD sebagai mitra desa dalam  peningkatan kualitas pemanfaatan dana Desa

Bumdesa Sejahtera Desa Gampa Kec Johan Pahlawan memulai Langkah pengembangan usaha ketahanan pangan dengan peternakan ayam Petelur. Memulai usaha ini tidak lah mudah, pengurus Bumdes harus memahami cara memilih bibit ayam yang baik dan berkualitas, mereka melakukan peningkatan kualitas diri secara mandiri dengan mengunjungi peternal lokal yang sudah berhasil, Mulai dari penyiapan kandang dan pemilihan bibit mereka lakukan secara mandiri. Bumdes Sejantera Desa gampa kini telah berhasil mengembangkan unit usaha peternakan ayam petelur dengan 350 ekor ayam dan penghasilan telur yang di hasilkan perhari antara 9-10 Papan telur. Namun saat ini produksi telur menurun karena harga pakan ternak yang meningkat sehingga daya beli pakan tak sebanding dengan daya jual hasil. Di sinilah peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) menjadi sangat penting. Kehadiran TPP bukan hanya sebagai pendamping administrasi atau pelengkap program pemerintah, tetapi lebih dari itu, menjadi mitra desa dalam membangun tata kelola Bumdes yang lebih baik dan berkelanjutan.

Tenaga Pendamping Profesional memiliki tugas untuk membantu desa memahami potensi yang dimiliki, mulai dari sektor pertanian, wisata, perdagangan, hingga usaha kreatif yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha BUMDes. Pendampingan ini sangat membantu, terutama bagi pengurus BUMDes yang masih membutuhkan arahan dalam menyusun perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran produk, hingga penguatan kelembagaan




 

Comments

  1. Semoga kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh BUmdes ini mewujudkan kemandirian desa dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara cukup, bergizi, dan merata sepanjang tahun, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Peningkatan kualitas pendamping dalam mendampingi BUMDES.

Fasilitasi Musyawarah Penyusunan APBDes